Jakarta, 7 Mei 2026 – Aparat kepolisian menangkap empat orang yang diduga terlibat dalam penyalahgunaan bahan bakar minyak (BBM) subsidi di Jambi dengan menggunakan modus manipulasi barcode untuk memperoleh pembelian dalam jumlah besar.
Kasus tersebut menjadi perhatian karena pelaku diduga memanfaatkan sistem distribusi BBM subsidi untuk mendapatkan keuntungan pribadi.
Pihak kepolisian menyebut para pelaku menggunakan berbagai cara untuk mengakali pembatasan pembelian BBM subsidi yang diterapkan melalui sistem barcode dan pendataan kendaraan.
Dari hasil pemeriksaan awal, aparat menduga BBM subsidi yang diperoleh kemudian dikumpulkan dan diperjualbelikan kembali secara ilegal.
Pengamat energi menilai penyalahgunaan BBM subsidi masih menjadi persoalan serius karena tingginya selisih harga antara BBM subsidi dan nonsubsidi.
Karena itu, berbagai modus baru terus muncul untuk memanfaatkan celah distribusi dan memperoleh keuntungan.
Pemerintah sendiri selama ini menerapkan sistem barcode dan digitalisasi pembelian BBM untuk memastikan subsidi tepat sasaran dan tidak disalahgunakan.
Namun pengamat kebijakan publik menyebut sistem digital tetap membutuhkan pengawasan ketat karena masih berpotensi dimanfaatkan oleh pihak tertentu apabila terdapat kelemahan pengawasan.
Kasus di Jambi tersebut juga menyoroti pentingnya koordinasi antara aparat penegak hukum, pemerintah, dan operator distribusi BBM dalam mengawasi penyaluran subsidi energi.
Penyalahgunaan BBM subsidi dinilai tidak hanya merugikan negara secara finansial, tetapi juga berdampak terhadap masyarakat yang benar-benar membutuhkan subsidi.
Pengamat ekonomi energi menyebut distribusi subsidi yang tidak tepat sasaran dapat mengganggu ketersediaan BBM di lapangan dan memicu antrean panjang di sejumlah wilayah.
Karena itu, penegakan hukum terhadap pelaku penyalahgunaan dinilai penting untuk memberikan efek jera.
Pihak kepolisian juga disebut masih mendalami kemungkinan adanya jaringan atau keterlibatan pihak lain dalam praktik tersebut.
Selain pemeriksaan pelaku, aparat turut mengamankan sejumlah barang bukti yang diduga berkaitan dengan aktivitas penyalahgunaan BBM subsidi.
Di media sosial, banyak masyarakat mendukung langkah aparat dalam membongkar praktik penyalahgunaan subsidi yang dianggap merugikan kepentingan publik.
Sebagian warganet juga meminta pengawasan sistem barcode diperkuat agar celah manipulasi dapat diminimalkan.
Pengamat sosial menilai kasus seperti ini menunjukkan tantangan besar dalam penyaluran subsidi di tengah tingginya kebutuhan energi masyarakat.
Karena itu, selain penegakan hukum, peningkatan sistem pengawasan dan transparansi distribusi dinilai perlu terus dilakukan.
Dengan ditangkapnya empat pelaku penyalahgunaan BBM subsidi di Jambi, aparat berharap praktik serupa dapat ditekan dan distribusi subsidi energi benar-benar dinikmati masyarakat yang berhak menerima.