Jakarta, 21 Oktober 2026 – Pembalap muda Malaysia, Hakim Danish, menjadi perhatian setelah mengalami hasil mengecewakan dalam persaingan balap motor di Sirkuit Mandalika, Lombok, Nusa Tenggara Barat. Pembalap yang dikenal sebagai salah satu rival Veda Ega Pratama tersebut menghadapi tantangan besar dalam mempertahankan konsistensi penampilan di lintasan. Meski memiliki kecepatan dan kemampuan teknis yang menjanjikan, Hakim dinilai masih perlu meningkatkan kematangan dalam menentukan strategi balapan. Situasi tersebut memperlihatkan bahwa kemampuan melaju cepat saja belum cukup untuk meraih hasil maksimal dalam kompetisi yang berlangsung ketat. Pengambilan keputusan, pengelolaan tekanan, dan ketepatan membaca situasi menjadi aspek penting bagi pembalap muda yang sedang mengembangkan karier.
Hakim Danish merupakan salah satu talenta balap motor Malaysia yang mendapat perhatian dalam beberapa musim terakhir. Namanya dikenal melalui persaingan di berbagai ajang pembinaan pembalap muda yang menjadi jalur menuju kejuaraan dunia. Dalam perjalanan kariernya, Hakim beberapa kali berhadapan dengan Veda Ega Pratama, pembalap Indonesia yang juga menunjukkan perkembangan menjanjikan. Persaingan keduanya menarik perhatian karena sama-sama mewakili generasi baru pembalap Asia Tenggara. Mereka memiliki kemampuan untuk bersaing dengan pembalap dari negara-negara yang mempunyai tradisi kuat dalam olahraga balap motor. Namun, perkembangan setiap pembalap tidak selalu berjalan mulus karena terdapat berbagai tantangan yang harus dihadapi.
Nasib kurang beruntung Hakim Danish mulai terlihat sejak sesi kualifikasi Moto3 Grand Prix Indonesia yang berlangsung pada 11 Oktober 2026. Pembalap tim AEON Credit-MT Helmets-MSi tersebut mendapatkan penalti karena dinilai melaju terlalu lambat di lintasan ketika mengikuti sesi kualifikasi pertama. Akibat pelanggaran itu, Hakim harus memulai balapan dari posisi ke-26 atau barisan paling belakang. Hukuman tersebut membuat tugasnya semakin berat karena ia harus melewati banyak pembalap untuk memperbaiki posisi. Meski demikian, Hakim tidak menyerah dan berusaha memanfaatkan setiap kesempatan menyalip sepanjang balapan. Perjuangannya membuktikan bahwa ia memiliki kemampuan bersaing meskipun berada dalam situasi yang tidak menguntungkan.
Saat balapan berlangsung, Hakim Danish menunjukkan kecepatan yang cukup menjanjikan dengan terus memperbaiki posisinya. Pembalap berusia 19 tahun tersebut berhasil melewati sejumlah pesaing dan sempat masuk dalam kelompok sepuluh besar. Namun, perjuangannya mengalami hambatan pada putaran terakhir ketika berusaha melakukan manuver menyalip Joel Kelso. Keduanya terlibat insiden yang menyebabkan Kelso terjatuh dan gagal menyelesaikan perlombaan. Pengawas balapan kemudian menilai Hakim bertanggung jawab atas kejadian tersebut dan menjatuhkan penalti tambahan waktu tiga detik. Hukuman itu membuat posisinya turun dari urutan ke-12 menjadi ke-14 dalam hasil akhir Moto3 Mandalika 2026.
Manajer sekaligus mentor Hakim Danish, Zulfahmi Khairuddin, menilai pembalap binaannya masih membutuhkan peningkatan dalam aspek kematangan taktik dan ketahanan mental. Menurutnya, kemampuan Hakim bangkit dari posisi paling belakang hingga bersaing di kelompok depan menunjukkan bahwa persoalan utama bukan terletak pada kecepatan. Tantangan yang lebih besar justru muncul ketika pembalap harus mengambil keputusan dalam situasi persaingan ketat. Zulfahmi menyoroti pentingnya mengelola emosi, memahami risiko manuver, serta menentukan waktu yang tepat untuk melakukan serangan. Ia juga mengakui bahwa performa Hakim mengalami penurunan konsistensi setelah jeda pertengahan musim. Kondisi tersebut menjadi bahan evaluasi agar pembalap Malaysia itu mampu tampil lebih stabil pada seri berikutnya.
Penilaian Zulfahmi tidak terlepas dari pencapaian Hakim Danish yang sebenarnya cukup menjanjikan pada awal musim Moto3 2026. Pembalap asal Terengganu tersebut sebelumnya berhasil meraih podium ketiga pada Grand Prix Italia di Sirkuit Mugello. Ia kemudian mencatatkan kemenangan perdananya di kelas Moto3 ketika tampil pada Grand Prix Republik Ceko di Sirkuit Brno. Hasil tersebut meningkatkan harapan terhadap kemampuannya untuk bersaing dengan pembalap papan atas. Namun, keberhasilan awal musim juga membawa tekanan karena publik mulai mengharapkan hasil serupa pada setiap balapan. Zulfahmi menilai pengalaman menghadapi tekanan tersebut menjadi bagian penting dari proses perkembangan Hakim sebagai pembalap muda.
Sementara itu, Veda Ega Pratama mendapatkan hasil lebih baik ketika tampil di hadapan pendukung Indonesia pada Moto3 Mandalika 2026. Pembalap Honda Team Asia tersebut berhasil menyelesaikan balapan di posisi keenam setelah memulai perlombaan dari urutan ketujuh. Hasil tersebut membuat Veda mengumpulkan 115 poin dan naik ke posisi ketujuh klasemen sementara. Hakim Danish berada di peringkat kesembilan dengan koleksi 107 poin sehingga tertinggal delapan angka dari rivalnya tersebut. Persaingan keduanya masih terbuka karena musim Moto3 2026 belum berakhir. Seri berikutnya di Australia dan Malaysia menjadi kesempatan bagi Hakim untuk memperbaiki hasil sekaligus menunjukkan perkembangan dalam pengambilan keputusan di lintasan.
Pengalaman pahit di Mandalika menjadi pelajaran penting bagi Hakim Danish dalam perjalanan kariernya menuju level yang lebih tinggi. Kecepatan yang ditunjukkan sepanjang balapan membuktikan bahwa ia memiliki potensi untuk bersaing dengan para pembalap terbaik Moto3. Namun, dua penalti yang diterimanya dalam satu akhir pekan memperlihatkan bahwa kedisiplinan dan kematangan taktik masih membutuhkan perhatian khusus. Zulfahmi Khairuddin berharap pembalap binaannya mampu mengubah pengalaman tersebut menjadi motivasi untuk tampil lebih baik. Dengan persaingan yang semakin ketat, Hakim harus menggabungkan kemampuan teknis, ketahanan mental, dan ketepatan strategi agar dapat meraih hasil konsisten. Duelnya dengan Veda Ega Pratama pun diperkirakan tetap menjadi salah satu persaingan menarik antara dua talenta muda Asia Tenggara sepanjang sisa musim Moto3 2026.