Jakarta, 4 November 2026 – Pebulu tangkis tunggal putri nomor satu dunia asal Korea Selatan, An Se Young, kembali menunjukkan tekad besarnya untuk meraih prestasi meskipun sedang menghadapi masalah kebugaran dan cedera. Atlet berusia 24 tahun tersebut memutuskan tetap mengikuti Korea Open 2026 yang berlangsung di Jinnam Gymnasium, Yeosu, Korea Selatan, pada 3–8 November 2026. Keputusan itu menarik perhatian karena An Se Young sebelumnya mempertimbangkan untuk tidak mengikuti turnamen akibat kelelahan setelah menjalani rangkaian pertandingan internasional yang padat. Namun, kesempatan tampil di hadapan pendukung sendiri menjadi salah satu alasan yang mendorongnya kembali turun ke lapangan. An Se Young mengawali perjuangan dengan kemenangan meyakinkan atas wakil Bulgaria, Kaloyana Nalbantova, melalui dua gim langsung dengan skor 21-6 dan 21-8 pada Rabu (4/11/2026). Hasil tersebut memastikan langkahnya menuju babak 16 besar sekaligus menjaga peluang untuk meraih gelar ke-11 sepanjang musim 2026.
Perjalanan An Se Young menuju Korea Open tahun ini tidak terlepas dari sejumlah tantangan fisik yang dialaminya sepanjang musim. Pada Juli 2026, pemain yang memperkuat klub Samsung Life Insurance tersebut mengalami masalah pada kaki kiri ketika mengikuti Japan Open. Kondisi itu membuatnya harus menghentikan pertandingan dan kemudian melewatkan China Open untuk menjalani pemulihan. Setelah menjalani rehabilitasi, An Se Young berhasil kembali ke kompetisi internasional dan menunjukkan performa yang sangat mengesankan. Ia sukses menjuarai Kejuaraan Dunia pada Agustus sebelum melanjutkan pencapaian dengan mempertahankan medali emas Asian Games pada September 2026. Keberhasilan tersebut memperlihatkan kemampuannya untuk kembali bersaing di level tertinggi setelah mengalami gangguan fisik. Namun, jadwal pertandingan yang terus berlanjut membuat proses menjaga kebugaran menjadi tantangan tersendiri bagi sang pemain.
Masalah fisik kembali menjadi perhatian ketika An Se Young mengikuti rangkaian turnamen Eropa pada Oktober 2026. Dalam pertandingan final Denmark Open, ia terlihat mengalami masalah pada pergelangan kaki kanan yang menimbulkan kekhawatiran mengenai kondisi tubuhnya. Meski menghadapi gangguan tersebut, An Se Young tetap mampu menyelesaikan pertandingan dan meraih gelar juara. Perjuangannya berlanjut pada French Open ketika ia tampil dengan bagian lutut dan kaki yang mendapatkan penanganan tambahan untuk membantu menghadapi keluhan fisik. Pada pertandingan final yang berlangsung 25 Oktober 2026, An Se Young mengalahkan wakil India, Pusarla V. Sindhu, melalui tiga gim dengan skor 16-21, 21-11, dan 21-12. Kemenangan tersebut menjadi gelar kesepuluh yang diraihnya sepanjang musim sekaligus memperpanjang catatan kemenangan beruntun. Namun, pencapaian tersebut juga menimbulkan pertanyaan mengenai seberapa lama tubuhnya mampu menghadapi tekanan pertandingan dengan intensitas tinggi.
Setelah kembali ke Korea Selatan pada 27 Oktober 2026, An Se Young mengungkapkan bahwa dirinya membutuhkan waktu untuk memulihkan kondisi fisik. Ia mengakui telah menjalani pertandingan secara terus-menerus dan mulai merasakan dampak dari jadwal kompetisi yang padat. Pernyataan tersebut memunculkan kemungkinan bahwa dirinya akan melewatkan Korea Open demi memberikan kesempatan kepada tubuh untuk beristirahat. An Se Young juga menegaskan bahwa keputusan mengikuti pertandingan harus mempertimbangkan kondisi kesehatan dan tidak dapat dilakukan dengan memaksakan diri apabila tubuh belum siap. Meski demikian, keinginan untuk tampil di hadapan penggemar Korea Selatan menjadi pertimbangan penting dalam menentukan langkah berikutnya. Setelah melakukan evaluasi terhadap kondisi fisiknya, ia akhirnya memutuskan mengikuti turnamen yang berlangsung di Yeosu. Sebagai bagian dari pengaturan jadwal pemulihan, An Se Young memilih tidak mengikuti Kumamoto Masters di Jepang yang dijadwalkan berlangsung setelah Korea Open.
Keputusan tersebut langsung membuahkan hasil positif ketika An Se Young menghadapi Kaloyana Nalbantova pada babak 32 besar. Menghadapi pemain Bulgaria yang menempati peringkat ke-38 dunia, An Se Young tampil dominan sejak awal pertandingan. Ia langsung mengumpulkan enam poin beruntun pada gim pertama dan mampu mengendalikan permainan melalui penempatan bola yang akurat. Ketika unggul 13-6, An Se Young kembali mencatatkan delapan poin berturut-turut untuk mengamankan kemenangan gim pertama dengan skor 21-6. Dominasi berlanjut pada gim kedua ketika ia memimpin 11-1 saat interval dan membuat lawannya kesulitan mengembangkan permainan. Pertandingan akhirnya diselesaikan dalam waktu sekitar 39 menit dengan kemenangan 21-8 pada gim kedua. Hasil tersebut menjadi awal yang menjanjikan bagi An Se Young, meskipun perjalanan menuju gelar juara masih membutuhkan beberapa kemenangan berikutnya.
Sepanjang musim 2026, An Se Young mencatatkan performa luar biasa yang menempatkannya sebagai salah satu atlet paling dominan dalam dunia bulu tangkis. Sebelum Korea Open dimulai, ia telah mengumpulkan 66 kemenangan dari 67 pertandingan internasional dengan hanya mengalami satu kekalahan. Satu-satunya kekalahan tersebut terjadi ketika menghadapi Wang Zhiyi dari China pada final All England Open pada Maret 2026. Setelah pertandingan itu, An Se Young membangun catatan 50 kemenangan beruntun hingga berhasil menjuarai French Open pada Oktober. Kemenangan atas Kaloyana Nalbantova di Korea Open membuat catatannya meningkat menjadi 67 kemenangan dari 68 pertandingan, sekaligus memperpanjang rentetan kemenangan menjadi 51 laga. Persentase kemenangan yang mencapai sekitar 98,5 persen menunjukkan tingkat konsistensi yang sangat tinggi sepanjang musim. Statistik tersebut juga memperlihatkan bahwa keberhasilan An Se Young tidak hanya ditentukan oleh kemampuan menyerang, tetapi juga ketahanan mental dan konsistensi dalam menghadapi lawan dengan karakter permainan berbeda.
Korea Open 2026 menjadi turnamen penting karena An Se Young memiliki kesempatan menyamai pencapaian luar biasa yang diraihnya pada musim sebelumnya. Pada 2025, ia berhasil memenangkan 11 gelar internasional dalam satu musim dan mencatatkan prestasi bersejarah pada sektor tunggal putri. Apabila mampu kembali meraih 11 gelar pada 2026, An Se Young akan menjadi pemain pertama dalam era BWF World Tour sejak 2018 yang mencapai jumlah tersebut dalam dua musim berturut-turut. Namun, perjalanan menuju gelar tidak akan berlangsung mudah karena sejumlah pemain berkualitas masih berada dalam jalur persaingan. Wakil Jepang, Riko Gunji, berpotensi menjadi lawan pada perempat final, sedangkan Tomoka Miyazaki dapat menjadi tantangan pada semifinal apabila keduanya terus melaju. Sementara itu, Akane Yamaguchi yang menempati unggulan kedua berpeluang menghadapi An Se Young pada pertandingan final. Yamaguchi memiliki catatan persaingan panjang dengan pemain Korea Selatan tersebut dan pernah mengalahkannya pada final Korea Open musim sebelumnya. Kondisi tersebut membuat persaingan menuju gelar juara tetap menarik meskipun An Se Young memiliki catatan performa yang sangat dominan.
Perjuangan An Se Young di Korea Open 2026 memperlihatkan bagaimana seorang atlet papan atas harus menyeimbangkan ambisi meraih prestasi dengan kebutuhan menjaga kesehatan. Keputusan tetap tampil setelah mengalami berbagai gangguan fisik menunjukkan besarnya keinginan untuk memberikan penampilan terbaik di hadapan pendukung sendiri. Namun, keberhasilan melewati pertandingan pembuka belum berarti seluruh persoalan kebugarannya telah selesai. An Se Young masih harus menghadapi beberapa pertandingan dengan intensitas yang berpotensi meningkat seiring berjalannya turnamen. Pengaturan waktu pemulihan, kesiapan fisik, dan kemampuan menjaga konsentrasi akan menjadi faktor penting dalam menentukan hasil pertandingan berikutnya. Jika berhasil mencapai final dan meraih kemenangan, ia akan menyamai rekor 11 gelar yang dicatatkannya pada musim 2025 sekaligus menambah pencapaian bersejarah dalam kariernya. Untuk sementara, kemenangan atas Kaloyana Nalbantova menjadi langkah awal yang memperkuat peluang An Se Young mengejar gelar ke-11, sementara kepastian juara Korea Open 2026 baru akan ditentukan setelah pertandingan final berlangsung.