Jakarta, 3 Mei 2026 – Aparat berwenang telah memeriksa sebanyak 31 orang saksi dalam penyelidikan kasus kecelakaan kereta rel listrik (KRL) yang terjadi di wilayah Bekasi. Pemeriksaan dilakukan untuk mengungkap penyebab pasti insiden tersebut.
Para saksi yang diperiksa terdiri dari petugas operasional, masinis, teknisi, serta sejumlah penumpang yang berada di lokasi saat kejadian. Keterangan mereka dinilai penting untuk menyusun kronologi secara lengkap.
Penyidik menyatakan bahwa proses pemeriksaan masih berlangsung dan akan terus dikembangkan jika diperlukan. Selain keterangan saksi, analisis terhadap kondisi teknis kereta dan jalur rel juga menjadi bagian dari penyelidikan.
Kecelakaan tersebut sebelumnya menimbulkan kekhawatiran publik terkait aspek keselamatan transportasi massal. Pihak terkait berkomitmen untuk mengusut tuntas kejadian tersebut demi mencegah insiden serupa di masa depan.
Pengamat transportasi menilai bahwa investigasi menyeluruh sangat penting untuk mengidentifikasi faktor penyebab, baik dari sisi teknis maupun operasional. Hasil penyelidikan diharapkan dapat menjadi dasar perbaikan sistem.
Sementara itu, pelayanan KRL di jalur terkait dilaporkan telah berangsur normal, meski tetap dilakukan pengawasan tambahan untuk memastikan keamanan perjalanan.
Dengan pemeriksaan terhadap puluhan saksi ini, diharapkan penyebab kecelakaan dapat segera terungkap dan langkah perbaikan dapat dilakukan secara tepat.