Jakarta, 6 Mei 2026 – Kepolisian membuka posko Disaster Victim Identification (DVI) guna membantu proses identifikasi korban kecelakaan maut yang melibatkan bus ALS dan truk pengangkut bahan bakar minyak (BBM).
Posko tersebut didirikan untuk mempercepat proses pendataan dan identifikasi para korban, baik yang meninggal dunia maupun yang mengalami luka-luka akibat kecelakaan hebat tersebut.
Tim DVI bekerja dengan melakukan pemeriksaan data identitas, pencocokan sidik jari, hingga pengumpulan informasi dari keluarga korban. Langkah ini dilakukan agar proses identifikasi berjalan akurat dan memudahkan penyerahan jenazah kepada pihak keluarga.
Pihak kepolisian juga mengimbau keluarga korban yang merasa kehilangan anggota keluarganya agar mendatangi posko dengan membawa data pendukung seperti identitas pribadi, foto, atau dokumen lain yang dapat membantu proses identifikasi.
Kecelakaan antara bus ALS dan truk BBM sebelumnya menyebabkan banyak korban dan kerusakan parah pada kedua kendaraan. Proses evakuasi berlangsung cukup sulit karena kondisi kendaraan yang ringsek akibat benturan keras.
Selain fokus pada penanganan korban, aparat juga terus melakukan penyelidikan untuk mengetahui penyebab pasti kecelakaan, termasuk memeriksa kondisi kendaraan, jalur perlintasan, dan keterangan saksi di lokasi kejadian.
Pembukaan posko DVI menjadi bagian penting dalam penanganan bencana kecelakaan massal agar proses identifikasi korban dapat dilakukan secara cepat, tepat, dan manusiawi.
Hingga kini, petugas masih bekerja di lapangan untuk memastikan seluruh korban terdata dan mendapatkan penanganan sesuai prosedur yang berlaku.