Jakarta, 2 September 2026 – Pedangdut Aida Zaskia membagikan kisah perjuangannya melewati masa sulit saat menghadapi kanker stadium 3 grade 3 yang kemudian disertai komplikasi hingga mengalami stroke. Selama sekitar lima tahun, Aida harus menjalani berbagai proses pengobatan dan menghadapi kondisi kesehatan yang sempat membuat dirinya berada dalam keadaan kritis. Ia mengaku pernah mengalami gangguan pada saraf hingga kesulitan berbicara, tidak mampu bergerak, dan tidak dapat menjalankan aktivitas seperti biasanya. Kondisinya semakin mengkhawatirkan setelah dokter menemukan adanya cairan di bagian otaknya. Kini, Aida bersyukur kondisi tubuhnya berangsur membaik dan dirinya kembali dapat menjalani berbagai aktivitas.
Aida menceritakan bahwa kondisi terburuk yang dialaminya terjadi ketika komplikasi mulai memengaruhi fungsi saraf. Ia sempat mengalami stroke yang membuat kemampuan berbicaranya terganggu hingga sulit mengucapkan kata-kata dengan normal. Pergerakannya juga menjadi sangat terbatas sehingga untuk melakukan kegiatan sehari-hari pun membutuhkan kondisi tubuh yang jauh lebih baik. Situasi tersebut membuat keluarga Aida sangat khawatir karena kondisi kesehatannya ketika itu berada pada titik yang cukup serius. Pengalaman tersebut menjadi salah satu fase paling berat dalam perjalanan panjangnya melawan penyakit.
Selain stroke, Aida juga menghadapi persoalan lain yang berkaitan dengan kondisi otaknya. Dokter menemukan adanya cairan di otak sehingga keadaan tersebut semakin menambah kekhawatiran keluarga. Dalam situasi tersebut, Aida dan keluarganya bahkan sempat memiliki kekhawatiran bahwa kehidupannya tidak akan berlangsung panjang. Namun, perkembangan kondisi kesehatan kemudian menunjukkan perubahan yang membuat Aida dapat kembali bangkit secara perlahan. Ia melihat proses tersebut sebagai sebuah mukjizat sekaligus kesempatan untuk kembali menjalani kehidupan dengan lebih baik.
Perjuangan Aida melawan kanker sendiri telah berlangsung selama beberapa tahun. Ia diketahui menghadapi kanker stadium 3 grade 3 dan harus menjalani rangkaian perawatan dalam jangka panjang. Kondisinya sempat mengalami penurunan sehingga berbagai persoalan kesehatan harus dihadapi secara bersamaan. Meski demikian, Aida terus menjalani proses pengobatan dan berusaha menjaga kondisi tubuhnya. Pengalaman panjang tersebut membuatnya semakin memahami bahwa pemulihan membutuhkan kesabaran, kedisiplinan, serta konsistensi dalam mengikuti penanganan yang telah diberikan oleh dokter.
Saat ini Aida memang sudah jauh lebih mampu menjalani aktivitas dibandingkan ketika berada dalam kondisi kritis. Namun, ia menegaskan bahwa perjalanan pengobatannya belum benar-benar selesai. Dokter masih meminta Aida menjalani pengobatan secara rutin dalam jangka panjang dan tidak menghentikan terapi yang sedang dijalankan. Ia masih harus mendapatkan suntikan Zoladex hingga beberapa tahun ke depan serta menjalani terapi Tamofen dengan durasi yang lebih panjang. Karena itu, kondisi yang membaik tidak membuat Aida menganggap dirinya sudah sepenuhnya terbebas dari risiko penyakit.
Pengalaman tersebut juga membuat Aida mulai mengubah sejumlah kebiasaan dalam kehidupannya. Ia memutuskan untuk meninggalkan aktivitas sebagai disk jockey yang sebelumnya menjadi salah satu pekerjaannya. Keputusan tersebut diambil sebagai bagian dari upaya menjaga kesehatan sekaligus memberikan kesempatan kepada tubuh untuk menjalani pemulihan secara lebih optimal. Aida juga menyadari bahwa kondisi tubuh harus menjadi prioritas setelah melewati masa sakit yang cukup panjang. Perubahan gaya hidup tersebut menjadi bagian dari langkahnya untuk menjaga kondisi kesehatan dan menjalani kehidupan dengan lebih tenang.
Bagi Aida, kesempatan untuk kembali beraktivitas setelah melewati masa kritis memiliki arti yang sangat besar. Ia tidak hanya melihat pemulihan dari sisi kondisi fisik, tetapi juga sebagai kesempatan untuk memperbaiki berbagai hal dalam kehidupannya. Masa sakit membuatnya semakin menghargai waktu bersama keluarga dan kesempatan menjalani aktivitas sehari-hari. Pengalaman tersebut juga mengajarkan Aida agar tidak mengabaikan kondisi tubuh ketika muncul tanda-tanda kesehatan yang memburuk. Ia kini berusaha lebih disiplin dalam menjalani pengobatan dan menjaga kondisi tubuh sesuai dengan arahan tenaga medis.
Perjalanan Aida menjadi pengingat bahwa kondisi seseorang dapat berubah secara tidak terduga, terutama ketika menghadapi penyakit serius dan komplikasi. Dari keadaan yang sempat membuat keluarga sangat khawatir, Aida kini dapat kembali menjalani aktivitas meski masih membutuhkan perawatan rutin. Ia memilih melihat perubahan tersebut sebagai kesempatan untuk terus menjalani kehidupan dengan penuh rasa syukur. Pada saat yang sama, Aida tetap menyadari pentingnya mengikuti pengobatan dan melakukan pemantauan kesehatan secara berkelanjutan. Kisahnya kini bukan hanya tentang perjuangan melawan kanker dan stroke, tetapi juga tentang ketekunan menghadapi proses pemulihan yang panjang.
Aida Zaskia pun berharap kondisi kesehatannya dapat terus membaik sehingga dirinya mampu menjalani kehidupan secara lebih normal. Ia masih harus menjalani terapi dalam beberapa tahun mendatang dan menjaga kondisi tubuh agar tetap stabil. Dukungan keluarga serta kedisiplinan dalam menjalani pengobatan menjadi bagian penting dalam perjalanan tersebut. Setelah melewati pengalaman yang sangat berat, Aida kini memilih menjalani hari-harinya dengan lebih berhati-hati dan menghargai setiap kesempatan yang dimiliki. Baginya, dapat kembali bergerak, bekerja, dan menjalani aktivitas setelah sempat berada dalam kondisi kritis merupakan hal yang sangat disyukuri.