Jakarta, 7 Mei 2026 – Kawasan Depok dan Bogor disebut berhasil melampaui Jakarta sebagai zona logistik termahal di Indonesia seiring meningkatnya permintaan lahan dan aktivitas distribusi di wilayah penyangga ibu kota tersebut.
Perubahan ini mencerminkan semakin besarnya peran kota-kota penyangga Jakarta dalam industri pergudangan dan logistik nasional.
Pengamat properti industri menilai tingginya kebutuhan gudang, pusat distribusi, dan akses transportasi membuat harga kawasan logistik di Depok dan Bogor mengalami kenaikan signifikan dalam beberapa tahun terakhir.
Selain dekat dengan pasar besar Jabodetabek, kedua wilayah tersebut juga dinilai memiliki posisi strategis untuk mendukung distribusi barang ke berbagai daerah.
Perkembangan e-commerce dan meningkatnya aktivitas perdagangan digital disebut menjadi salah satu faktor utama yang mendorong lonjakan kebutuhan kawasan logistik.
Perusahaan distribusi kini membutuhkan lokasi yang lebih dekat dengan konsumen agar proses pengiriman barang dapat dilakukan lebih cepat dan efisien.
Pengamat ekonomi perkotaan menyebut Jakarta mulai mengalami keterbatasan ruang untuk pengembangan kawasan logistik skala besar.
Karena itu, banyak perusahaan mulai mengalihkan pusat distribusi mereka ke kota penyangga seperti Depok dan Bogor yang masih memiliki ruang pengembangan lebih luas.
Selain faktor lokasi, pembangunan infrastruktur jalan tol dan konektivitas transportasi juga dinilai memperkuat daya tarik kawasan tersebut bagi pelaku industri logistik.
Akses yang semakin baik membuat distribusi barang menjadi lebih efisien dan mengurangi waktu pengiriman.
Pengamat bisnis properti menilai kenaikan nilai kawasan logistik juga menunjukkan perubahan pola pertumbuhan ekonomi di wilayah Jabodetabek.
Aktivitas ekonomi tidak lagi terpusat sepenuhnya di Jakarta, melainkan mulai bergeser ke kota-kota sekitar yang berkembang pesat sebagai pusat industri dan distribusi.
Meski berdampak positif terhadap investasi dan pertumbuhan ekonomi daerah, kenaikan harga kawasan logistik juga memunculkan tantangan baru.
Biaya operasional yang semakin tinggi dikhawatirkan dapat memengaruhi harga sewa gudang dan biaya distribusi barang.
Pengamat logistik menyebut efisiensi rantai pasok akan menjadi faktor penting agar kenaikan biaya kawasan industri tidak berdampak besar terhadap harga barang di pasar.
Selain itu, pemerintah daerah juga dinilai perlu menjaga keseimbangan antara pertumbuhan industri dan kualitas tata ruang perkotaan.
Masyarakat di wilayah Depok dan Bogor sendiri mulai merasakan meningkatnya aktivitas kendaraan logistik dan pembangunan kawasan industri dalam beberapa tahun terakhir.
Sebagian warga menyambut positif pertumbuhan ekonomi tersebut, namun ada juga yang berharap pembangunan tetap memperhatikan kemacetan dan dampak lingkungan.
Dengan Depok dan Bogor mengalahkan Jakarta sebagai zona logistik termahal di Indonesia, kawasan penyangga ibu kota kini semakin menunjukkan perannya sebagai pusat pertumbuhan ekonomi dan distribusi modern di era perdagangan digital.