Jakarta, 13 September 2026 – Legenda Timnas Indonesia Ismed Sofyan menyampaikan optimisme tinggi terhadap peluang skuad Garuda menjuarai FIFA ASEAN Cup 2026. Keyakinan tersebut muncul menjelang turnamen yang untuk pertama kalinya digelar dan akan berlangsung pada 24 September hingga 5 Oktober 2026. Indonesia mendapatkan keuntungan besar karena menjadi tuan rumah Divisi Satu dan memainkan pertandingan di hadapan pendukung sendiri. Selain faktor kandang, Ismed menilai kualitas materi pemain yang nantinya memperkuat Timnas Indonesia dapat menjadi modal penting dalam persaingan. Dukungan penuh suporter juga diyakini mampu memberikan energi tambahan kepada pemain ketika menjalani pertandingan penting. Dengan kombinasi tersebut, Indonesia dinilai mempunyai kesempatan besar untuk mengejar prestasi tertinggi.
Optimisme Ismed disampaikan ketika menghadiri rangkaian Indonesia Sports Summit 2026 di Jakarta International Convention Center. Dalam kegiatan tersebut, trofi FIFA ASEAN Cup 2026 turut diperlihatkan kepada publik setelah didatangkan langsung dari Zurich, Swiss. Ismed hadir bersama dua mantan pemain Timnas Indonesia lainnya, Gendut Doni dan Zaenal Arief. Ketiganya terlibat dalam pembicaraan mengenai persaingan sepak bola kawasan Asia Tenggara serta peluang Indonesia dalam turnamen tersebut. Pengalaman mereka menghadapi pertandingan antarnegeri ASEAN memberikan perspektif tersendiri mengenai tantangan yang akan dihadapi skuad Garuda. Ismed berharap kesempatan menjadi tuan rumah dapat dimanfaatkan secara maksimal untuk meraih gelar.
Indonesia tergabung dalam Grup A bersama Malaysia, Singapura, dan Bangladesh. Komposisi tersebut membuat skuad Garuda harus langsung tampil maksimal sejak pertandingan pertama karena persaingan untuk mendapatkan posisi terbaik diperkirakan berlangsung ketat. Malaysia dan Singapura mempunyai sejarah rivalitas panjang dengan Indonesia sehingga pertemuan melawan kedua negara selalu menghadirkan tekanan tersendiri. Bangladesh juga tidak dapat dipandang sebelah mata karena dapat memberikan tantangan dengan karakter permainan berbeda. Setiap pertandingan akan mempunyai arti besar terhadap perjalanan Indonesia menuju fase berikutnya. Karena itu, konsistensi menjadi salah satu faktor yang dibutuhkan apabila Garuda ingin mewujudkan target juara.
Sementara itu, Grup B Divisi Satu dihuni Thailand, Vietnam, Filipina, dan Pakistan. Thailand dan Vietnam selama ini menjadi dua kekuatan yang mempunyai tradisi kuat dalam sepak bola Asia Tenggara. Kondisi tersebut membuat persaingan menuju partai puncak diperkirakan tidak akan mudah bagi negara mana pun. Indonesia berpotensi bertemu salah satu kekuatan dari Grup B apabila mampu menyelesaikan fase grup dengan hasil terbaik. Situasi tersebut menjadi alasan mengapa persiapan sejak pertandingan pertama sangat menentukan. Garuda tidak hanya perlu mengejar kemenangan, tetapi juga membangun performa yang dapat dipertahankan hingga akhir turnamen.
Keuntungan sebagai tuan rumah menjadi salah satu faktor yang membuat Ismed percaya diri terhadap peluang Indonesia. Bermain di kandang sendiri membuat pemain tidak perlu menghadapi perjalanan panjang sekaligus memberikan kesempatan beradaptasi lebih baik dengan lingkungan pertandingan. Dukungan puluhan ribu suporter juga dapat menciptakan atmosfer yang memberikan tekanan kepada tim lawan. Bagi pemain Indonesia, suara pendukung dari tribun dapat menjadi tambahan motivasi ketika pertandingan memasuki situasi sulit. Namun, keuntungan tersebut tetap harus dikelola dengan baik karena ekspektasi tinggi juga dapat menghasilkan tekanan. Pemain perlu mempertahankan ketenangan agar dukungan besar dapat menjadi energi positif dan bukan justru membebani permainan.
Materi pemain menjadi faktor lain yang disoroti Ismed. Timnas Indonesia dalam beberapa tahun terakhir mempunyai semakin banyak pilihan pemain yang berkompetisi pada level tinggi, baik di dalam maupun luar negeri. Persaingan mendapatkan tempat di skuad dapat memberikan keuntungan kepada tim pelatih karena tersedia sejumlah alternatif pada berbagai posisi. Kedalaman pemain juga sangat dibutuhkan dalam turnamen dengan jadwal relatif rapat. Kondisi fisik, cedera, maupun kebutuhan melakukan rotasi dapat membuat susunan pemain berubah dari satu pertandingan ke pertandingan lainnya. Kemampuan mempertahankan kualitas meskipun terjadi perubahan komposisi akan menjadi salah satu kekuatan penting bagi Garuda.
Meski optimistis, perjalanan menuju gelar tetap membutuhkan konsistensi dan disiplin. Timnas Indonesia harus mampu mengendalikan pertandingan ketika menghadapi lawan yang memilih bertahan sekaligus tetap solid ketika menghadapi tim yang agresif. Efektivitas penyelesaian akhir juga dapat menjadi pembeda karena kesempatan mencetak gol dalam turnamen pendek sering kali tidak datang dalam jumlah besar. Kesalahan kecil mempunyai konsekuensi lebih serius karena kesempatan memperbaiki posisi sangat terbatas. Pemain karena itu dituntut mempertahankan konsentrasi sejak awal hingga pertandingan selesai. Kualitas individu perlu diterjemahkan menjadi kerja sama tim yang efektif agar keunggulan materi benar-benar memberikan hasil.
FIFA ASEAN Cup 2026 sendiri menghadirkan format dua divisi dengan total 14 negara peserta. Divisi Satu diselenggarakan di Indonesia dengan delapan negara yang dibagi dalam dua grup. Sementara itu, Divisi Dua berlangsung di Hong Kong dan melibatkan enam negara. Grup A Divisi Dua dihuni Hong Kong, Laos, dan Brunei Darussalam, sedangkan Grup B beranggotakan Kamboja, Timor Leste, dan Myanmar. Format tersebut menghadirkan kompetisi baru bagi sepak bola kawasan Asia Tenggara. Turnamen ini sekaligus memberikan lebih banyak kesempatan bagi negara peserta untuk mendapatkan pertandingan kompetitif dalam kalender internasional.
Ketua Umum PSSI Erick Thohir juga menyampaikan harapan agar seluruh elemen sepak bola nasional bersatu memberikan dukungan kepada Timnas Indonesia. Kepercayaan menjadi tuan rumah dipandang sebagai kesempatan untuk memperlihatkan kemampuan Indonesia dalam menyelenggarakan turnamen internasional sekaligus mengejar prestasi di lapangan. Kehadiran trofi FIFA ASEAN Cup di Jakarta semakin meningkatkan atmosfer menjelang dimulainya kompetisi. Bagi para pemain, bermain di hadapan masyarakat sendiri tentu menghadirkan motivasi untuk memberikan hasil terbaik. Namun, target tinggi tersebut tetap membutuhkan persiapan matang dan fokus terhadap setiap lawan. Indonesia harus menghindari sikap terlalu percaya diri meskipun mendapatkan keuntungan sebagai tuan rumah.
Harapan Ismed Sofyan pada akhirnya menggambarkan tingginya ekspektasi terhadap Timnas Indonesia di FIFA ASEAN Cup 2026. Mantan pemain yang pernah memperkuat Garuda itu melihat status tuan rumah, materi pemain, dan dukungan suporter sebagai tiga modal penting dalam mengejar gelar. Indonesia terlebih dahulu harus melewati persaingan Grup A bersama Malaysia, Singapura, dan Bangladesh sebelum memikirkan pertandingan berikutnya. Tantangan semakin besar karena Thailand dan Vietnam juga berada di sisi lain persaingan dan berpotensi menjadi lawan apabila Garuda melangkah jauh. Turnamen yang berlangsung mulai 24 September hingga 5 Oktober tersebut menjadi kesempatan bagi Indonesia untuk mencatat prestasi baru di kandang sendiri. Optimisme Ismed kini tinggal menunggu pembuktian dari para pemain ketika perjuangan sesungguhnya dimulai di lapangan.