Jakarta, 27 September 2026 –
Kontingen Indonesia masih menempati peringkat ke-14 klasemen sementara perolehan medali Asian Games Aichi-Nagoya 2026 hingga Minggu, 27 September 2026 pukul 15.00 WIB. Merah Putih mengumpulkan 23 medali yang terdiri atas dua emas, empat perak, dan 17 perunggu. Posisi Indonesia masih berada di bawah dua negara Asia Tenggara lainnya, yakni Thailand dan Malaysia. Malaysia berada di peringkat ke-11 dengan lima emas, dua perak, dan delapan perunggu, sehingga unggul tiga medali emas atas Indonesia. Thailand menjadi kontingen ASEAN dengan posisi tertinggi setelah menempati urutan keenam lewat delapan emas, tujuh perak, dan 10 perunggu.
Dua medali emas Indonesia sejauh ini datang dari cabang bulu tangkis beregu putra dan angkat besi. Tim bulu tangkis putra Indonesia berhasil meraih emas setelah mengalahkan China 3-2 dalam pertandingan final. Emas berikutnya dipersembahkan Rahmat Erwin Abdullah dari kelas 75 kilogram putra angkat besi. Keberhasilan Rahmat sekaligus mendongkrak posisi Indonesia setelah sebelumnya berada lebih rendah di klasemen. Hingga pembaruan pukul 15.00 WIB, Indonesia belum memperoleh tambahan emas sehingga koleksinya masih bertahan di angka dua.
Menariknya, secara jumlah keseluruhan medali, Indonesia mengumpulkan lebih banyak keping dibandingkan Malaysia. Merah Putih memiliki 23 medali, sementara Malaysia mengoleksi 15 medali dengan rincian lima emas, dua perak, dan delapan perunggu pada pembaruan klasemen terbaru. Namun, sistem klasemen Asian Games mengutamakan jumlah medali emas sebagai penentu posisi, kemudian perak dan perunggu apabila jumlah emas sama. Kondisi tersebut membuat Malaysia tetap berada tiga tingkat di atas Indonesia meskipun jumlah keseluruhan medalinya lebih sedikit. Selisih tiga emas kini menjadi jarak yang harus dikejar Indonesia untuk menyamai koleksi emas Malaysia.
Thailand sementara menjadi negara Asia Tenggara dengan performa terbaik dalam klasemen. Kontingen Negeri Gajah Putih menempati posisi keenam dengan delapan emas, tujuh perak, dan 10 perunggu atau total 25 medali pada pembaruan pukul 15.00 WIB. Posisi tersebut membuat Thailand tidak hanya memimpin persaingan negara-negara ASEAN, tetapi juga mampu bertahan di jajaran atas klasemen Asia. Sementara itu, Malaysia berada di urutan ke-11 sebelum India, Chinese Taipei, dan Indonesia. Persaingan antarkontingen Asia Tenggara masih dapat berubah karena berbagai cabang olahraga terus mempertandingkan nomor perebutan medali.
Di puncak klasemen, China masih mendominasi dengan perolehan 113 emas, 44 perak, dan 33 perunggu atau total 190 medali. Tuan rumah Jepang mengikuti di posisi kedua dengan 33 emas, 54 perak, dan 55 perunggu, sedangkan Korea Selatan menempati urutan ketiga dengan 18 emas, 22 perak, dan 38 perunggu. Uzbekistan berada di peringkat keempat dengan 10 emas, sementara Kazakhstan menempati posisi kelima dengan delapan emas. Dominasi China membuat jarak di puncak klasemen sangat lebar dibandingkan negara-negara pesaingnya.
Indonesia masih mempunyai sejumlah peluang untuk menambah medali karena Asian Games 2026 belum berakhir. Sejumlah atlet Merah Putih masih bertanding di berbagai cabang, termasuk nomor-nomor yang berpotensi menghasilkan medali pada fase akhir kompetisi. Di bulu tangkis, misalnya, Fajar Alfian/Muhammad Shohibul Fikri telah memastikan tempat di semifinal ganda putra sehingga setidaknya mengamankan medali dan masih membidik hasil lebih tinggi. Setiap tambahan emas akan sangat berpengaruh terhadap posisi Indonesia karena persaingan di papan tengah berlangsung ketat. Asian Games Aichi-Nagoya 2026 sendiri masih berlangsung hingga 4 Oktober.
Dengan dua emas, empat perak, dan 17 perunggu hingga pukul 15.00 WIB, Indonesia masih harus bekerja keras untuk memperbaiki posisi dari peringkat ke-14. Selisih dengan Malaysia menjadi salah satu perhatian karena kedua negara hanya dipisahkan tiga medali emas meskipun Indonesia unggul dalam jumlah keseluruhan medali. Perubahan klasemen masih sangat mungkin terjadi seiring berlangsungnya final berbagai cabang olahraga dalam beberapa hari mendatang. Fokus kontingen Merah Putih kini tertuju pada atlet-atlet yang masih bertahan dalam persaingan perebutan podium. Tambahan emas menjadi faktor paling menentukan apabila Indonesia ingin memangkas jarak dengan Malaysia sekaligus bergerak naik di klasemen Asian Games 2026.