Jakarta, 3 September 2026 – Aktor muda Ali Fikry menunjukkan keseriusannya mempersiapkan peran dalam film Bapakmu Kiper. Demi menghadirkan karakter penjaga gawang yang terlihat meyakinkan di layar, Ali tidak hanya mengandalkan pengarahan ketika proses syuting berlangsung. Ia menjalani latihan langsung bersama pemain sepak bola tarkam untuk memahami teknik dasar sekaligus merasakan atmosfer permainan yang sebenarnya. Latihan tersebut bahkan membuat tangannya mengalami lecet akibat berkali-kali menangkap dan menepis bola. Pengalaman itu menjadi tantangan tersendiri karena posisi kiper membutuhkan keberanian menghadapi tendangan keras dari jarak dekat. Ali memilih menjalani proses tersebut agar gerakan yang ditampilkan dalam film tidak terlihat seperti seseorang yang baru mengenal sepak bola. Persiapan fisik pun menjadi salah satu bagian penting sebelum dirinya memasuki proses pengambilan gambar.
Film Bapakmu Kiper membawa sepak bola sebagai salah satu elemen penting dalam ceritanya sehingga kemampuan pemain ketika berada di lapangan menjadi perhatian. Ali mendapatkan tuntutan untuk memahami bagaimana seorang penjaga gawang berdiri, membaca arah bola, melakukan penyelamatan, hingga berkomunikasi dengan pemain di depannya. Berbeda dengan beberapa posisi lain, kiper memiliki teknik khusus yang membutuhkan latihan berulang agar gerakannya terlihat alami. Kesalahan dalam menjatuhkan badan atau menangkap bola juga dapat menyebabkan cedera apabila dilakukan tanpa teknik yang benar. Karena itulah Ali membutuhkan latihan langsung dan tidak sekadar mempelajari gerakan melalui video. Ia berusaha membangun refleks serta keberanian yang diperlukan seorang penjaga gawang ketika menghadapi serangan lawan.
Kesempatan berlatih bersama pemain tarkam memberikan pengalaman berbeda bagi Ali. Pertandingan sepak bola antarkampung dikenal memiliki karakter kompetitif dengan permainan yang dapat berlangsung cepat dan keras. Para pemain yang sudah terbiasa tampil memiliki kemampuan menendang serta mengontrol bola sehingga Ali dapat merasakan tantangan yang lebih realistis ketika berada di bawah mistar. Ia harus menghadapi bola yang datang dengan kecepatan dan arah berbeda tanpa mengetahui sebelumnya ke mana tendangan akan dilepaskan. Situasi tersebut membantu melatih refleks yang nantinya dibutuhkan ketika melakukan adegan pertandingan. Dari latihan itu pula Ali memahami bahwa pekerjaan seorang penjaga gawang tidak sesederhana berdiri menunggu bola datang. Posisi tersebut membutuhkan konsentrasi tinggi sepanjang permainan.
Totalitas latihan akhirnya memberikan konsekuensi fisik. Ali mengaku mengalami lecet pada bagian tangan setelah menjalani latihan intensif sebagai kiper. Kontak berulang dengan bola, permukaan lapangan, serta gerakan menjatuhkan tubuh membuat tangannya harus beradaptasi dengan aktivitas yang sebelumnya tidak biasa dilakukan. Meski mengalami luka ringan, pengalaman tersebut justru membuatnya semakin memahami karakter yang dimainkan. Rasa lelah dan sakit yang muncul selama latihan memberikan gambaran nyata mengenai tantangan yang dihadapi pemain sepak bola. Pengalaman itu kemudian dapat dibawa ke dalam ekspresi maupun bahasa tubuh ketika kamera mulai merekam. Bagi Ali, proses membangun karakter tidak hanya berlangsung melalui dialog, tetapi juga melalui pengalaman fisik.
Latihan tersebut sekaligus menjadi bagian dari upaya produksi menghadirkan adegan sepak bola yang terasa autentik. Film bertema olahraga memiliki tantangan tersendiri karena penonton dapat dengan mudah mengenali gerakan yang terlihat tidak natural. Terlebih sepak bola merupakan olahraga yang sangat populer di Indonesia sehingga banyak penonton memahami teknik dasarnya. Cara seorang kiper menangkap bola, melakukan diving, mengatur posisi, hingga bereaksi setelah kebobolan dapat menjadi detail yang memengaruhi kredibilitas sebuah adegan. Persiapan pemain menjadi penting agar kamera dapat menangkap gerakan secara lebih alami. Ali pun berusaha memperkecil jarak antara kemampuan dirinya sebagai aktor dan karakter penjaga gawang yang harus diperankannya.
Selain persoalan teknik, posisi kiper juga menuntut kesiapan mental. Penjaga gawang merupakan pemain terakhir yang harus menghentikan bola sebelum masuk ke gawang sehingga satu kesalahan dapat langsung berujung gol. Tekanan tersebut menjadi bagian yang perlu dipahami Ali ketika membangun karakternya. Ia tidak hanya perlu terlihat mampu melakukan penyelamatan, tetapi juga harus menunjukkan ketegangan, keberanian, kekecewaan, dan kegembiraan yang muncul dalam pertandingan. Latihan bersama pemain yang terbiasa bermain kompetitif membantunya mendapatkan gambaran mengenai tekanan tersebut. Pengalaman menghadapi tendangan secara langsung memberikan respons spontan yang sulit diperoleh apabila seluruh adegan hanya disimulasikan tanpa persiapan.
Judul Bapakmu Kiper sendiri membuat posisi penjaga gawang memiliki tempat penting dalam identitas film. Sepak bola digunakan sebagai bagian dari perjalanan karakter dan hubungan yang dibangun dalam cerita. Karena itu, elemen olahraga tidak ditempatkan hanya sebagai latar visual, tetapi ikut memberikan warna terhadap konflik dan perkembangan tokohnya. Persiapan Ali menjadi salah satu contoh bagaimana para pemain harus menyesuaikan kemampuan dengan kebutuhan cerita. Pendekatan tersebut diharapkan membuat penonton dapat menikmati sisi drama sekaligus pertandingan sepak bola yang ditampilkan. Kehadiran pemain muda juga memberikan energi tersendiri terhadap cerita yang menggabungkan kehidupan keluarga dan olahraga.
Bagi Ali Fikry, proyek tersebut memberikan kesempatan mempelajari kemampuan baru di luar rutinitas akting. Latihan sebagai penjaga gawang membuatnya harus meningkatkan koordinasi tubuh, refleks, kekuatan fisik, dan konsentrasi. Kemampuan tersebut mungkin hanya diperlukan untuk satu karakter, tetapi pengalaman selama persiapan dapat menjadi bekal bagi proyek lainnya. Proses seperti ini juga menunjukkan bahwa pekerjaan aktor dapat menuntut transformasi sesuai profesi maupun latar belakang karakter yang diperankan. Ketika memerankan atlet, kemampuan fisik menjadi bagian yang sama pentingnya dengan pendalaman dialog dan emosi. Ali pun memilih menjalani latihan secara langsung agar memahami tantangan tersebut dari pengalaman pribadi.
Lecet yang dialami Ali akhirnya menjadi salah satu cerita di balik persiapan Bapakmu Kiper. Luka ringan tersebut menggambarkan intensitas latihan yang harus dijalaninya sebelum tampil sebagai penjaga gawang di layar. Dari berlatih bersama pemain tarkam hingga menghadapi tendangan secara langsung, ia berusaha membuat penampilannya memiliki dasar pengalaman nyata. Hasil dari latihan tersebut nantinya akan terlihat melalui bagaimana Ali bergerak dan bereaksi ketika berada di bawah mistar. Totalitas itu sekaligus memperlihatkan bahwa adegan olahraga membutuhkan persiapan khusus agar dapat memberikan kesan meyakinkan. Bapakmu Kiper pun menjadi proyek yang membawa Ali Fikry keluar dari zona nyaman dengan benar-benar merasakan kerasnya latihan seorang penjaga gawang.