Jakarta, 10 September 2026 – Rony Parulian membuka babak baru dalam perjalanan bermusiknya melalui album penuh kedua bertajuk Dunia dan Seisinya. Album yang resmi dirilis pada 4 September 2026 di bawah naungan Universal Music Indonesia tersebut berisi 10 lagu dengan cerita dan emosi yang beragam. Tidak hanya berbicara mengenai jatuh cinta, Rony membawa tema kerinduan, kecemburuan, harapan, kompromi, ketidakpastian hingga proses memahami diri sendiri. Album tersebut sekaligus memperlihatkan perkembangan Rony sebagai penyanyi sekaligus penulis lagu setelah sebelumnya memperkenalkan album debut Rahasia Pertama pada 2025. Bagi Rony, karya terbarunya menjadi gambaran mengenai berbagai warna kehidupan yang terus berubah dari satu hari ke hari berikutnya.
Pemilihan judul Dunia dan Seisinya mempunyai makna personal bagi penyanyi berusia 25 tahun tersebut. Rony melihat kehidupan sebagai kumpulan pengalaman yang tidak pernah mempunyai satu warna yang sama. Ada pertemuan, perpisahan, harapan, kecemasan, kebahagiaan hingga sesuatu yang hanya dapat hidup di dalam imajinasi seseorang. Semua pengalaman tersebut kemudian dikumpulkan menjadi materi dalam album keduanya. Meski masing-masing lagu lahir dari situasi berbeda, Rony melihat adanya benang merah yang membuat seluruh materi dapat berada dalam satu album.
Cinta menjadi salah satu tema terbesar yang menghubungkan kesepuluh lagu tersebut. Rony bahkan memaknai kata “dunia” dalam album ini sebagai sosok “dia” yang mempunyai posisi penting dalam kehidupan seseorang. Dari sudut pandang tersebut, pendengar dibawa mengikuti berbagai fase ketika seseorang jatuh cinta dan menjalani hubungan. Perasaan yang muncul tidak selalu digambarkan secara romantis karena terdapat pula kecemburuan, kerinduan dan ketidakpastian. Pendekatan tersebut membuat cerita cinta dalam album tidak berhenti pada kebahagiaan, tetapi turut menyentuh dinamika emosional yang lebih luas.
Berbeda dengan album konseptual yang mempunyai satu cerita linear dari lagu pertama hingga terakhir, Dunia dan Seisinya dibangun melalui potongan pengalaman berbeda. Rony tidak memaksakan setiap lagu menjadi kelanjutan langsung dari lagu sebelumnya. Ia justru memberikan ruang bagi masing-masing materi untuk mempunyai karakter dan ceritanya sendiri. Pendengar dapat menemukan kisah mengenai pertemuan, hubungan, kehilangan hingga keberanian untuk kembali percaya terhadap diri sendiri. Ketika didengarkan secara keseluruhan, berbagai potongan tersebut kemudian membentuk gambaran kehidupan yang menjadi dasar pemilihan judul album.
Keterlibatan Rony dalam proses kreatif juga semakin besar dibandingkan perjalanan awal kariernya. Ia terlibat dalam penulisan seluruh materi yang terdapat dalam album tersebut. Proses tersebut memperlihatkan keinginannya untuk semakin berkembang sebagai singer-songwriter, bukan hanya sebagai penyanyi yang membawakan karya orang lain. Rony menggunakan pengalaman, pemikiran dan emosinya sebagai bahan untuk mengembangkan cerita di setiap lagu. Keterlibatan tersebut sekaligus membuat Dunia dan Seisinya terasa lebih dekat dengan fase kehidupan yang sedang dijalaninya saat ini.
Rony tidak bekerja sendirian dalam membangun warna musikal album tersebut. Sejumlah musisi dan produser seperti Lafa Pratomo, Petra Sihombing, Rendy Pandugo dan Krisna Trias terlibat dalam pengerjaan berbagai materi. Masing-masing kolaborator membawa pendekatan musikal berbeda sehingga Rony dapat mengeksplorasi karakter vokalnya dengan lebih luas. Kerja sama tersebut juga memberikan variasi pada aransemen tanpa menghilangkan identitas vokal Rony yang telah dikenal pendengar. Proses kolaboratif menjadi salah satu elemen yang membuat album kedua ini terasa lebih matang dibandingkan karya sebelumnya.
Salah satu lagu yang mempunyai posisi penting adalah Dunia Imajiner. Lagu tersebut ditulis Rony bersama Lafa Pratomo dan menggambarkan ruang dalam pikiran seseorang untuk membayangkan sesuatu yang belum tentu dapat ditemukan dalam kehidupan nyata. Dunia imajiner dapat menjadi tempat untuk menyimpan harapan, keinginan maupun kehidupan yang ingin diwujudkan. Lafa bertindak sebagai produser sekaligus penata musik, sementara Refo Alpha Ramadhan terlibat sebagai co-producer. Kamga juga mengambil peranan sebagai pengarah vokal dalam pengerjaan lagu tersebut.
Selain Dunia Imajiner, album ini menghadirkan lagu Jalan Tengah, Kencan Pertama, Kau Akan Sampai, Februari, Selamanya Kini dan Nanti, Jarak dan Rindu, Aku Cemburu, Wals Akhir Zaman dan Sampai Ujung Batas. Judul-judul tersebut memberikan gambaran mengenai luasnya perjalanan emosional yang ingin disampaikan Rony. Beberapa lagu seperti Februari dan Wals Akhir Zaman telah lebih dahulu diperkenalkan kepada pendengar sebelum album lengkap dirilis. Kehadiran keduanya kemudian mendapatkan konteks yang lebih luas ketika ditempatkan bersama delapan materi lainnya.
Februari menggambarkan keberanian seseorang untuk kembali membuka hati setelah mengalami luka dalam hubungan sebelumnya. Kehadiran orang baru kemudian membuat kehidupan terasa kembali mempunyai warna dan harapan. Sementara Wals Akhir Zaman membawa gagasan mengenai cinta dan komitmen yang tetap dipertahankan ketika keadaan di sekeliling tidak lagi ideal. Kedua lagu tersebut memperlihatkan bagaimana Rony menggunakan cinta sebagai pintu masuk untuk membicarakan persoalan kehidupan yang lebih luas. Pendekatan serupa dapat ditemukan pada sejumlah materi lain dalam album.
Bagi Rony, proses mengerjakan album kedua juga menjadi bagian dari pendewasaan dirinya sebagai musisi. Ia mengaku lebih memahami materi seperti apa yang ingin dibuat dan disampaikan kepada pendengar dibandingkan ketika mengerjakan karya sebelumnya. Proses tersebut dijalaninya tanpa menjadikan tekanan untuk menghasilkan karya populer sebagai beban utama. Ia memilih menikmati setiap tahapan kreatif dan membiarkan materi berkembang mengikuti arah yang dianggap tepat. Sikap tersebut membuat proses pembuatan Dunia dan Seisinya menjadi pengalaman yang lebih personal sekaligus menyenangkan baginya.
Rony juga tidak menempatkan popularitas di media sosial sebagai ukuran utama keberhasilan album tersebut. Di tengah industri musik yang semakin dipengaruhi tren digital dan konten viral, ia memilih menjadikan kualitas karya serta kedekatan emosional dengan pendengar sebagai prioritas. Viralitas dipandang sebagai sesuatu yang dapat datang setelah sebuah karya dirilis, bukan tujuan utama ketika lagu dibuat. Rony ingin musik yang dikerjakannya dengan sepenuh hati dapat diterima dengan cara yang sama oleh pendengar. Kepercayaan terhadap materi menjadi modal yang dianggap lebih penting dibandingkan mengejar tren sesaat.
Album kedua ini melanjutkan perkembangan karier Rony setelah Rahasia Pertama dirilis pada 2025. Perjalanan sejak mengikuti Indonesian Idol hingga berkembang sebagai penyanyi solo memberinya kesempatan untuk semakin memahami identitas musikal yang ingin dibangun. Pada album terbaru, ruang eksplorasinya menjadi lebih besar melalui keterlibatan langsung dalam penulisan dan kolaborasi dengan sejumlah produser. Perubahan tersebut membuat Dunia dan Seisinya tidak hanya berfungsi sebagai kumpulan lagu baru, tetapi juga menjadi catatan perkembangan dirinya sebagai musisi.
Melalui Dunia dan Seisinya, Rony Parulian pada akhirnya ingin memberikan ruang bagi pendengar untuk menemukan pengalaman mereka sendiri di antara 10 cerita yang disajikan. Cinta, rindu, kecemburuan, imajinasi dan harapan merupakan pengalaman yang dapat dirasakan banyak orang dalam bentuk berbeda. Rony mengemas berbagai emosi tersebut melalui sudut pandangnya sendiri tanpa memaksakan satu interpretasi kepada pendengar. Album ini menjadi gambaran mengenai dunia nyata dan dunia personal yang berjalan berdampingan dalam kehidupan seseorang. Bagi Rony, seluruh pengalaman itulah yang membentuk sebuah kehidupan dan kemudian ia rangkum sebagai Dunia dan Seisinya.