Jakarta, 17 September 2026 – Rekaman kamera pengawas memperlihatkan detik-detik seorang perempuan menjadi korban penendangan saat sedang mengantre makanan di Mal Senayan City, Jakarta Pusat. Peristiwa yang terjadi pada Minggu, 13 September 2026 sore tersebut kemudian viral setelah rekaman CCTV beredar luas di media sosial. Dalam video terlihat korban yang mengenakan pakaian berwarna putih berdiri bersama sejumlah pengunjung di barisan antrean sebuah gerai makanan. Di belakang korban terdapat seorang pria berbaju hitam yang sedang duduk sambil menyantap makanan. Tanpa terlihat adanya kontak fisik sebelumnya dalam potongan rekaman yang beredar, pria tersebut tiba-tiba berdiri dan menendang korban dari arah belakang. Tendangan itu membuat korban kehilangan keseimbangan dan tersungkur ke depan hingga mengenai pengunjung lain.
Setelah terkena tendangan, korban terlihat berusaha kembali berdiri dalam kondisi kebingungan. Pria berbaju hitam tersebut juga terlihat sempat berbicara atau berteriak ke arah korban setelah melakukan tindakan tersebut. Korban kemudian menoleh ke kanan dan kiri seolah mencoba memahami situasi yang baru saja terjadi. Sejumlah pengunjung yang berada di sekitar lokasi tampak terkejut melihat insiden tersebut. Tidak lama kemudian, perempuan itu meninggalkan area tempat makan. Rekaman CCTV itulah yang selanjutnya menjadi salah satu bukti penting dalam penyelidikan kepolisian.
Polsek Metro Tanah Abang bergerak melakukan pengecekan setelah rekaman kejadian tersebut ramai diperbincangkan. Petugas mendatangi tempat kejadian perkara dan memeriksa kamera pengawas di sekitar area tempat makan untuk mengetahui rangkaian peristiwa secara lebih lengkap. Polisi juga meminta keterangan dari sejumlah orang yang berada di sekitar lokasi ketika kejadian berlangsung. Langkah tersebut diperlukan karena video yang beredar di media sosial hanya memperlihatkan sebagian rangkaian kejadian. Penyidik perlu memastikan situasi sebelum dan sesudah penendangan untuk mendapatkan kronologi yang utuh. Keterangan saksi kemudian dicocokkan dengan rekaman CCTV dan bukti lain yang tersedia.
Polisi juga sempat menghubungi teman korban yang diketahui turut menyebarkan rekaman kejadian ke media sosial. Korban diimbau membuat laporan polisi agar proses penanganan perkara dapat dilakukan lebih lanjut. Namun, korban saat itu belum dapat membuat laporan karena disebut masih mengalami syok atau trauma setelah kejadian. Meski demikian, kepolisian tetap melakukan pendalaman terhadap peristiwa yang sudah menjadi perhatian masyarakat tersebut. Penyelidikan kemudian turut melibatkan Subdit IV/Jatanras Ditreskrimum Polda Metro Jaya. Petugas selanjutnya melakukan penelusuran untuk mengetahui keberadaan pria yang terlihat melakukan penendangan.
Pria tersebut akhirnya berhasil diamankan polisi pada Jumat, 18 September 2026. Terduga pelaku diketahui berinisial R dan berusia 44 tahun. Tim Opsnal Subdit IV/Jatanras Ditreskrimum Polda Metro Jaya menangkap R di kawasan Penjaringan, Jakarta Utara, sekitar pukul 03.55 WIB. Setelah diamankan, R dibawa untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut terkait dugaan penganiayaan tersebut. Penyidik masih mendalami kronologi sekaligus alasan yang melatarbelakangi tindakannya terhadap korban. Polisi belum memberikan kesimpulan mengenai motif karena pemeriksaan terhadap terduga pelaku masih berlangsung.
Selain memeriksa R, penyidik telah meminta keterangan dari empat orang saksi yang dinilai mengetahui peristiwa tersebut. Keterangan mereka diperlukan untuk memperjelas konstruksi perkara sekaligus memastikan hubungan antara korban dan terduga pelaku. Polisi juga masih mengumpulkan barang bukti lain yang dapat membantu proses penyidikan. Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Budi Hermanto meminta masyarakat tidak berspekulasi mengenai motif sebelum proses pemeriksaan selesai. Informasi yang belum terverifikasi dikhawatirkan dapat memunculkan kesimpulan yang berbeda dari fakta hasil penyidikan. Masyarakat yang memiliki informasi berkaitan dengan kejadian tersebut juga diminta menyampaikannya kepada kepolisian.
Pihak Senayan City sebelumnya telah memberikan tanggapan setelah rekaman penendangan tersebut beredar luas. Pengelola pusat perbelanjaan menyatakan keamanan dan kenyamanan seluruh pengunjung menjadi perhatian utama. Manajemen juga menyatakan siap bekerja sama dengan aparat berwenang dalam proses penanganan perkara sesuai ketentuan yang berlaku. Pengelola menyampaikan keprihatinan terhadap kejadian yang dialami korban sekaligus menghormati privasi seluruh pihak yang terlibat. Kasus tersebut telah diserahkan kepada aparat kepolisian untuk ditangani lebih lanjut. Senayan City menyatakan akan mendukung proses penyelesaian perkara yang sedang berjalan.
Rekaman CCTV kini menjadi bagian penting dalam pengungkapan kasus karena memperlihatkan langsung tindakan yang diduga dilakukan R terhadap korban. Meski video tersebut telah beredar luas, polisi masih harus melengkapi bukti dan keterangan untuk mengetahui seluruh rangkaian kejadian serta motif di balik tindakan tersebut. Pemeriksaan terhadap terduga pelaku dan empat saksi masih menjadi bagian dari proses untuk membuat perkara semakin terang. Polisi juga meminta publik tidak menyebarkan informasi yang belum dapat dipastikan kebenarannya selama penyidikan berlangsung. Status hukum dan langkah berikutnya terhadap R akan ditentukan berdasarkan hasil pemeriksaan serta bukti yang dikumpulkan penyidik. Kasus tersebut kini ditangani jajaran Polda Metro Jaya setelah penangkapan terduga pelaku di Penjaringan.