Jakarta, 5 Mei 2026 – Seorang siswa sekolah menengah pertama asal Sulawesi Barat berangkat menunaikan ibadah haji menggantikan sang ayah yang telah meninggal dunia. Keberangkatan ini menjadi momen haru sekaligus mengundang perhatian masyarakat karena kisah di baliknya yang penuh makna.
Remaja tersebut diketahui menjadi pengganti resmi setelah ayahnya yang sebelumnya terdaftar sebagai calon jemaah haji wafat sebelum keberangkatan. Sesuai dengan ketentuan yang berlaku, hak keberangkatan kemudian dialihkan kepada anggota keluarga, dan anak tersebut ditunjuk untuk menggantikan posisi sang ayah.
Meski masih berusia muda, siswa tersebut menunjukkan kesiapan mental untuk menjalani rangkaian ibadah haji. Ia juga mendapatkan pendampingan dari keluarga serta petugas haji guna memastikan seluruh proses ibadah dapat dijalani dengan baik.
Keputusan keluarga untuk memberangkatkan anak tersebut dilandasi oleh keinginan melanjutkan niat dan amanah almarhum ayahnya. Momen ini menjadi bentuk penghormatan sekaligus doa bagi sang ayah yang telah berpulang.
Pihak penyelenggara haji memastikan bahwa seluruh proses administrasi dan kesehatan telah dipenuhi sebelum keberangkatan. Pendampingan khusus juga diberikan mengingat usia jemaah yang masih tergolong muda.
Kisah ini menjadi inspirasi bagi banyak orang tentang pentingnya niat dan kesempatan dalam menunaikan ibadah. Di tengah duka yang dirasakan keluarga, keberangkatan tersebut menjadi simbol harapan dan keberlanjutan doa untuk almarhum.
Dengan semangat dan dukungan dari berbagai pihak, siswa tersebut diharapkan dapat menjalankan ibadah haji dengan lancar serta kembali ke tanah air dalam keadaan sehat.