Jakarta, 5 Mei 2026 – Kondisi Pintu Air Angke sempat berada pada status Siaga 1 yang menandakan potensi banjir tinggi di sejumlah wilayah hilir. Namun, berdasarkan pemantauan terbaru, status tersebut dilaporkan mulai mengalami penurunan seiring berkurangnya debit air.
Meski demikian, petugas tetap mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan, terutama bagi warga yang tinggal di bantaran sungai. Perubahan cuaca yang tidak menentu masih berpotensi menyebabkan kenaikan debit air secara tiba-tiba.
Selama status Siaga 1 diberlakukan, sejumlah wilayah terdampak dilaporkan mengalami genangan hingga banjir dengan ketinggian bervariasi. Kondisi ini memengaruhi aktivitas warga serta arus lalu lintas di beberapa titik.
Petugas di lapangan terus melakukan pemantauan intensif terhadap ketinggian muka air serta kondisi pintu air. Koordinasi dengan instansi terkait juga diperkuat untuk memastikan langkah antisipasi berjalan maksimal.
Selain itu, warga diminta untuk tidak membuang sampah ke aliran sungai karena dapat memperparah kondisi banjir. Kesadaran masyarakat dinilai menjadi faktor penting dalam mengurangi risiko genangan.
Pemerintah daerah juga menyiapkan langkah mitigasi, termasuk kesiapan posko darurat dan evakuasi jika diperlukan. Hal ini dilakukan sebagai bentuk antisipasi apabila kondisi kembali memburuk.
Hingga saat ini, situasi di sekitar Pintu Air Angke masih dalam pemantauan dan diharapkan tetap terkendali. Masyarakat diimbau untuk terus mengikuti informasi resmi serta arahan dari petugas di lapangan.