Jakarta, 1 Oktober 2026 – Presiden Prabowo Subianto melakukan perubahan pada sejumlah posisi strategis bidang ekonomi dalam Kabinet Merah Putih, Kamis (1/10/2026). Pelantikan berlangsung di Istana Negara, Jakarta, dengan mencakup posisi menteri koordinator, menteri, hingga sejumlah wakil menteri. Salah satu perubahan utama adalah pengangkatan Muhammad Sarmuji sebagai Menteri Perindustrian menggantikan Agus Gumiwang Kartasasmita. Selain itu, Bahlil Lahadalia mendapat tugas baru sebagai Menteri Koordinator Bidang Hilirisasi dan Transisi Energi dengan tetap mempertahankan jabatannya sebagai Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM).
Pelantikan para menteri dan wakil menteri tersebut dilakukan berdasarkan Keputusan Presiden Nomor 104/P Tahun 2026 tentang Pemberhentian dan Pengangkatan Menteri dan Wakil Menteri Negara Kabinet Merah Putih periode 2024–2029. Dalam susunan baru, Bahlil memegang dua jabatan yang berkaitan erat dengan kebijakan energi dan pengolahan sumber daya alam. Sebagai Menko Hilirisasi dan Transisi Energi, ia bertugas mengoordinasikan agenda hilirisasi dan transisi energi lintas kementerian. Pada saat bersamaan, tugasnya sebagai Menteri ESDM tetap berjalan. Bahlil menyatakan akan menjalankan seluruh tugas yang diberikan Presiden.
Perubahan berikutnya terjadi di Kementerian Perindustrian dengan dilantiknya Muhammad Sarmuji sebagai menteri. Sarmuji menggantikan Agus Gumiwang Kartasasmita yang sebelumnya memimpin kementerian tersebut. Sebelum masuk kabinet, Sarmuji dikenal sebagai Sekretaris Jenderal DPP Partai Golkar dan anggota DPR RI. Pengangkatannya menempatkan Sarmuji sebagai pejabat yang bertanggung jawab terhadap berbagai kebijakan industri nasional, termasuk pengembangan manufaktur dan hilirisasi industri. Ia mengikuti pengucapan sumpah jabatan bersama sejumlah pejabat lain yang dilantik Presiden pada hari yang sama.
Perombakan juga menyentuh Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian. Presiden melantik Drajad Hari Wibowo sebagai Wakil Menteri Koordinator Bidang Perekonomian. Sementara di Kementerian Keuangan, dua pejabat baru dilantik sebagai wakil menteri, yakni Nurkholisoh Ibnu Aman dan Luky Alfirman. Keduanya bergabung dengan Juda Agung yang sudah lebih dahulu menjabat Wakil Menteri Keuangan. Dengan susunan tersebut, Menteri Keuangan Suahasil Nazara kini didampingi tiga wakil menteri dalam menjalankan pengelolaan fiskal dan keuangan negara.
Presiden juga melakukan penyesuaian pada jajaran Kementerian Pertanian dan Kementerian Kelautan dan Perikanan. Muhammad Saleh Mustafa dilantik sebagai Wakil Menteri Pertanian untuk mengisi posisi yang sebelumnya kosong setelah Sudaryono mendapat penugasan sebagai Kepala Badan Gizi Nasional. Sementara itu, Irwan Meilano ditunjuk sebagai Wakil Menteri Kelautan dan Perikanan. Penambahan pejabat tersebut memperkuat susunan kementerian yang menangani sektor pangan, pertanian, perikanan, dan sumber daya kelautan.
Dengan demikian, pejabat bidang ekonomi yang dilantik pada Kamis meliputi Bahlil Lahadalia sebagai Menko Hilirisasi dan Transisi Energi, Muhammad Sarmuji sebagai Menteri Perindustrian, Drajad Hari Wibowo sebagai Wamenko Perekonomian, Nurkholisoh Ibnu Aman dan Luky Alfirman sebagai Wamenkeu, Muhammad Saleh Mustafa sebagai Wamentan, serta Irwan Meilano sebagai Wamen Kelautan dan Perikanan. Pelantikan tersebut menjadi bagian dari perombakan kabinet yang lebih luas karena Presiden juga mengganti sejumlah pejabat di bidang politik, keamanan, hubungan luar negeri, serta lembaga negara.
Perubahan susunan kabinet membuat sejumlah posisi ekonomi memasuki periode kepemimpinan baru menjelang dua tahun pemerintahan Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka. Penunjukan Bahlil dengan dua jabatan sekaligus menjadi salah satu perubahan yang paling menonjol karena menggabungkan tugas koordinasi hilirisasi dan transisi energi dengan kewenangannya sebagai Menteri ESDM. Sementara itu, pergantian Menteri Perindustrian dan penambahan sejumlah wakil menteri membawa perubahan pada jajaran yang menangani kebijakan industri, fiskal, pertanian, serta kelautan dan perikanan. Para pejabat yang baru dilantik selanjutnya akan menjalankan tugas untuk sisa masa jabatan Kabinet Merah Putih periode 2024–2029.