Jakarta, 20 September 2026 – Aktor Daniel Ekaputra menjalani proses transformasi yang tidak sederhana ketika dipercaya memerankan karakter Hantu Pote dalam sebuah produksi film horor. Untuk mendapatkan penampilan karakter yang sesuai dengan kebutuhan cerita, Daniel harus menjalani proses make-up prostetik selama sekitar empat jam sebelum proses pengambilan gambar dimulai. Waktu panjang tersebut digunakan tim tata rias untuk mengubah wajah hingga bagian tubuh tertentu agar menghasilkan sosok menyeramkan yang sesuai dengan konsep karakter. Daniel harus duduk dalam waktu lama sementara berbagai lapisan riasan dan material prostetik diaplikasikan secara bertahap. Pengalaman tersebut menjadi salah satu tantangan tersendiri baginya selama menjalani proses produksi.
Karakter Hantu Pote membutuhkan tampilan khusus yang tidak dapat diperoleh hanya dengan menggunakan riasan konvensional. Tim make-up harus mengerjakan berbagai detail mulai dari tekstur kulit, perubahan bentuk wajah, hingga penyesuaian warna untuk menghasilkan kesan yang lebih meyakinkan ketika berada di depan kamera. Penggunaan prostetik juga membuat proses pengerjaan membutuhkan ketelitian karena setiap bagian harus terpasang dengan baik sebelum pengambilan gambar dilakukan. Daniel pun harus menjaga posisi selama proses berlangsung agar hasil riasan tidak mengalami perubahan. Setelah seluruh tahapan selesai, barulah ia dapat mengenakan kostum dan mempersiapkan diri memasuki lokasi syuting.
Durasi empat jam untuk proses make-up juga membuat Daniel harus memulai aktivitas lebih awal dibandingkan sebagian pemain lainnya. Jika pengambilan gambar dilakukan pada pagi hari, persiapan karakter dapat dimulai beberapa jam sebelumnya agar seluruh kebutuhan visual selesai tepat waktu. Tantangannya tidak berhenti setelah riasan terpasang karena Daniel masih harus mempertahankan prostetik tersebut selama menjalani adegan. Gerakan wajah maupun tubuh perlu disesuaikan agar riasan tidak mudah rusak ketika proses syuting berlangsung. Kondisi tersebut menuntut kesabaran sekaligus kemampuan untuk tetap berkonsentrasi ketika harus memainkan adegan dengan penampilan yang cukup kompleks.
Di balik proses panjang tersebut, karakter Hantu Pote menjadi pengalaman berbeda bagi Daniel dalam mengeksplorasi peran. Memainkan sosok hantu tidak hanya mengandalkan tampilan menyeramkan dari make-up, tetapi juga membutuhkan gestur, ekspresi, serta pergerakan tubuh yang mampu memperkuat karakter. Riasan prostetik menjadi elemen pendukung, sedangkan aktor tetap memiliki peran besar dalam membuat sosok tersebut terasa hidup dalam cerita. Karena sebagian ekspresi wajah dapat tertutup material riasan, bahasa tubuh menjadi salah satu unsur yang semakin penting. Daniel harus menyesuaikan aktingnya dengan desain visual karakter yang telah dipersiapkan tim produksi.
Proses make-up yang panjang juga menunjukkan besarnya peran departemen tata rias dalam produksi film horor. Tim harus memastikan penampilan karakter tetap konsisten meskipun pengambilan gambar dilakukan pada waktu dan hari yang berbeda. Setiap detail seperti warna kulit, posisi prostetik, tekstur luka, maupun elemen lain harus dapat dibuat kembali dengan hasil yang relatif sama. Dokumentasi biasanya menjadi bagian penting agar tampilan karakter tidak berubah secara mencolok dari satu adegan ke adegan berikutnya. Ketelitian semacam ini semakin dibutuhkan ketika sosok hantu mendapatkan porsi visual yang cukup dekat dengan kamera.
Setelah proses pengambilan gambar selesai, Daniel masih harus menjalani tahapan pelepasan make-up dan prostetik yang juga membutuhkan waktu. Material yang menempel pada kulit tidak dapat dilepas sembarangan karena berpotensi menimbulkan ketidaknyamanan atau iritasi. Tim tata rias perlu membersihkan bagian wajah dan tubuh secara bertahap menggunakan teknik serta bahan yang sesuai. Dengan demikian, waktu yang dihabiskan Daniel untuk menjadi Hantu Pote sebenarnya lebih panjang dibandingkan empat jam yang diperlukan pada tahap awal. Rutinitas tersebut harus kembali dilakukan ketika karakter yang sama dibutuhkan untuk pengambilan gambar berikutnya.
Transformasi Daniel Ekaputra menjadi Hantu Pote akhirnya menjadi gambaran mengenai proses panjang yang berlangsung di balik layar sebuah produksi horor. Penonton mungkin hanya melihat karakter tersebut muncul selama beberapa menit dalam satu adegan, tetapi persiapannya dapat membutuhkan waktu berjam-jam sebelum kamera mulai merekam. Bagi Daniel, empat jam berada di kursi make-up merupakan bagian dari tuntutan untuk menghadirkan karakter sesuai dengan visi produksi. Kolaborasi antara aktor, penata rias, penata kostum, dan tim kreatif menjadi faktor penting dalam membangun penampilan Hantu Pote secara keseluruhan. Proses tersebut sekaligus memperlihatkan bahwa menghadirkan sosok menyeramkan di layar membutuhkan kombinasi antara keterampilan teknis dan kemampuan akting yang dipersiapkan secara detail.