Jakarta, 18 September 2026 – Anggota Komisi XII DPR RI Moreno Soeprapto menyampaikan permohonan maaf setelah video dirinya melakukan panggilan video saat Rapat Dengar Pendapat (RDP) menjadi viral di media sosial. Moreno menjelaskan panggilan tersebut berasal dari keluarganya dan berkaitan dengan anaknya yang baru keluar dari rumah sakit. Ia menegaskan tidak memiliki niat meremehkan maupun melecehkan forum resmi DPR. Video yang menjadi sorotan memperlihatkan Moreno menggunakan telepon seluler, tersenyum hingga sempat menjulurkan lidah ke arah layar. Gestur tersebut kemudian memunculkan berbagai tanggapan dari masyarakat mengenai sikap anggota DPR ketika mengikuti rapat. Moreno bersama istrinya, Noorani Sukardi, akhirnya memberikan penjelasan mengenai latar belakang kejadian tersebut.
Peristiwa itu terjadi dalam RDP Komisi XII DPR bersama jajaran MIND ID dan sejumlah pimpinan perusahaan di bawah grup tersebut pada 15 September 2026. Moreno menjelaskan panggilan video diterimanya setelah ia selesai menyampaikan pandangan dan masukan dalam rapat. Ketika telepon masuk, anaknya disebut sedang dalam masa pemulihan setelah baru keluar dari rumah sakit. Moreno kemudian mencoba menjelaskan kepada sang anak bahwa dirinya masih berada di tengah rapat dan akan kembali menghubunginya setelah kegiatan selesai. Dalam percakapan singkat tersebut, ia berusaha menghibur anaknya dengan bercanda. Gestur menjulurkan lidah yang terekam kamera disebut Moreno merupakan bagian dari interaksi tersebut.
Noorani turut menjelaskan bahwa anak mereka ketika itu sedang rewel karena ayahnya banyak menghabiskan waktu untuk bekerja dan tidak berada di rumah. Sang anak kemudian meminta melakukan video call dengan Moreno meskipun ayahnya sedang menjalankan tugas di DPR. Menurut Noorani, panggilan tersebut hanya berlangsung beberapa detik dengan tujuan memperlihatkan bahwa Moreno sedang bekerja. Ia mengakui keputusan melakukan panggilan pada saat rapat mungkin bukan pilihan yang tepat. Noorani pun menyampaikan permohonan maaf dan meminta pengertian atas situasi yang mereka hadapi sebagai orang tua. Ia berharap kejadian tersebut dapat menjadi pembelajaran bagi keluarganya.
Video Moreno sebelumnya menjadi perbincangan setelah potongan rekaman rapat tersebar di media sosial. Dalam rekaman tersebut, mantan pembalap nasional itu terlihat duduk di ruang rapat ketika anggota DPR lainnya sedang menyampaikan pandangan. Moreno tampak memperhatikan layar telepon, tersenyum dan tertawa sebelum menjulurkan lidah ke arah kamera ponsel. Ia juga sempat mengarahkan layar telepon untuk memperlihatkan suasana ruang rapat kepada lawan bicaranya. Potongan rekaman tersebut kemudian memunculkan kritik dari sebagian pengguna media sosial. Sorotan terutama berkaitan dengan etika dan sikap anggota parlemen selama mengikuti forum resmi yang membahas persoalan publik.
Moreno menegaskan dirinya tetap mengikuti pembahasan dalam RDP dan sebelumnya telah menyampaikan pandangan terhadap pemaparan jajaran MIND ID. Ia juga meminta agar gestur yang terekam dalam video tidak dipahami sebagai tindakan yang disengaja untuk menunjukkan ketidakhormatan terhadap persidangan. Anggota DPR dari daerah pemilihan Jawa Timur V tersebut menyampaikan permohonan maaf apabila tindakannya memberikan kesan menyepelekan rapat. Moreno menyatakan dirinya dan keluarga menerima perhatian publik terhadap kejadian tersebut sebagai bahan evaluasi. Ia berharap dapat menjalankan perannya sebagai orang tua sekaligus anggota DPR dengan lebih baik. Permintaan maaf tersebut disampaikan secara terbuka bersama sang istri setelah video ramai diperbincangkan.
Klarifikasi Moreno memberikan konteks mengenai panggilan video yang sebelumnya hanya terlihat melalui potongan rekaman rapat. Ia mengakui situasi tersebut dapat menimbulkan persepsi berbeda ketika dilihat tanpa mengetahui kondisi keluarganya saat itu. Pada saat yang sama, Moreno tidak membantah bahwa panggilan tersebut memang berlangsung ketika dirinya masih berada di ruang rapat DPR. Ia memilih menyampaikan permintaan maaf atas tindakan yang dinilai kurang tepat tersebut. Peristiwa ini juga memperlihatkan besarnya perhatian publik terhadap perilaku wakil rakyat selama menjalankan tugas resmi. Moreno menyatakan kejadian tersebut akan menjadi pembelajaran untuk memperbaiki sikapnya dalam menjalankan tanggung jawab sebagai anggota parlemen.